Tampilkan postingan dengan label Tulisan Bebas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tulisan Bebas. Tampilkan semua postingan

Senin, 08 Juni 2015

Jenis-jenis Mainan Tamiya

Mainan Tamiya yang populer di tahun 80an ini sangat mengasyikan buktinya sampai saat ini Tamiya masih di mainkan oleh anak anak, remaja, hingga orang dewasa , bahkan menjadi hobi oleh banyak orang.
Jenis tamiya sangat beragam tetapi kita dapat membedakannya , berikut inilah jenis-jenis tamiya yang banyak dimainkan orang :

1.TAMIYA SPEED
Sama seperti namanya Tamiya ini diperuntukkan pada kecepatan tinggi , dibuat dengan sasis yang kuat dan bagus untuk menunjang kestabilan pada kecepatan tinggi, banyak lomba yang dibuat bagi para penghobi Tamiya jenis ini

2. TAMIYA SLOOP
Tamiya ini yang membedakan dengan Tamiya lainya yaitu karakteristik yang lincah dan mampu menaklukan settingan track yang memiliki banyak rintangan dan meliuk liuk, selain itu Tamiya sloop ini memiliki keuntungan lain yaitu mudah mengganti atau mengaplikasikan roller, sehingga 1 chassis komplit dapat dipakai untuk berbagai lomba balapan.

3. TAMIYA AODA
Tamiya ini memiliki perbedan yaitu letak DINAMO di tengah sasis yang menjadikan tamiya jenis ini unik tetapi jarang orang yang memainkannya mungkin karena jarang dikembangkan dan sulit di modifikasi .
 

Perlunya Mempersiapkan Diri Menyambut dan Menjalani Bulan Ramadhan

Bulan Ramadhan adalah bulan yang istimewa bulan penuh berkah, bulan penuh pahala dan bulan penuh kebaikan yang sangat kita nantikan kedatangannya , akan lebih baik hasilnya jika kita sudah memiliki persiapan sebelumnya. Berikut adalah persiapan yang harus kita lakukan :

1.Niat
Segala sesuatu yang akan kita jalani lebih baik didahului dengan niat agar bisa selalu konsisten menjalaninya dan menghindari menurunnya kualitas ibadah yang dijalani.

2.Keimanan
Persiapan secara keimanan berupa pengendalian diri sejak sekarang untuk tidak melakukan maksiat, seperti menjaga pandangan dan lain-lain. Semoga dengan kebiasaan untuk menahan diri akan memudahkan kita di bulan Ramadhan sehingga ibadah shaumnya bisa sempurna.

3.Kesehatan
Dalam menjalankan ibadan di bulan ramadhan kita membutuhkan banyak energi oleh karena itu kita harus menjaga kesehatan, sangat disayangkan ketika tiba bulan Ramadhan dan kita dalam kondisi sakit, maka kita tidak bisa mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan pahala yang berlipat.

4.Ilmu dalam beribadah
Memahami cara beribadah yang benar memudahkan kita meraih pahala karena jika cara kita beribadah menyalahi syariat maka akan tertolak ibadah yang kita lakukan . Sebaiknya kita banyak membaca dan bertanya kepada orang yang lebih paham.

Itulah beberapa persiapan yang perlu kita lakukan semoga di bulan ramadhan yang sudah dekat ini kita bisa menjadi hambaNya yang lebih baik dari sebelumnya dan tercapai target peningkatan diri kita Amin .

Kamis, 30 April 2015

Perawatan dan Pemakaian Ban Tubless pada Motor

Begitu pentingnya ban dalam menjaga keselamatan kita dalam berkendara untuk itu kita perlu tahu bagaimana merawat ban tubeless dan bagaimana mengetahui tanda-tanda bahwa ban sudah seharusnya diganti dengan yang baru. Cara untuk mengetahui bahwa ban sudah harus ganti dengan ban baru adalah :

1. Cek kedalaman alur di setiap telapak ban. Seandainya kedalaman alurnya kurang dari 1,6 milimeter dari permukaan atas baris TWI, itu tandanya ban kendaraan Anda sudah harus diganti.

2. Amati apakah permukaan ban dalam keadaan rata/licin sehingga kembangannya mulai tak tampak. Andaikata keausan ban kendaraan sudah tidak dapat ditolerir, Anda mesti menggantinya dengan ban baru.

3. Perhatikan dengan teliti bagian luar (pinggir) ban kendaraan Aa yang mengalami keretakan. Sebaiknya ban seperti itu cepat diganti untuk menghindari kemungkinan buruk.

4. Begitu pula jika terjadi ban yang mulai sering bocor dan sering ditambal maka lama-lama ban bentuknya akan berubah dan bisa menyebabkan ketidakseimbangan sehingga ban perlu diganti.

Yang tidak kalah penting adalah bagaimana memelihara dan merawat ban tubeless agar awet, berikut ini beberapa tips yang bisa kita lakukan :

1. Jangan mengurangi tekanan angin ketika ban masih dalam keadaan panas. Penyesuaian tekanan hanya dapat dilakukan saat ban menjadi dingin;

2. Jangan memberikan beban pada ban melebihi ketentuan muatan maksimum kendaraan;

3. Perlu pemeriksaan rutin terhadap telapak dan bahu ban untuk mendeteksi kerusakan-kerusakan lebih dini. Apabila ban sudah mencapai batas keausan minimum, ban harus segera diganti;

4. Sekalipun bocor, jangan buru-buru menutupnya dengan lem ban atau lem cair lain. Cairan akan menyebar kepermukaan ban yang berakibat kerusakan permanen pada permukaan yang tak bocor scrta korosi pada scrat ban. Bahayanya, ban bisa meledak mendadak bila dipacu dalam kecepatan tinggi. Sebaiknya tamballah dengan potongan ban, baru direkatkan dengan lem;

5. Jangan berkendara dengan ban kempes sekalipun untuk jarak dekat. Ban dan pelek bakal rusak tanpa bisa diperbaiki lagi bila berkendara dengan ban kempes.

BAN TUBELESS
Ban tubeless ada dua jenis, yaitu soft compound dan regular compound. Kalau soft compound, biasanya dibuat untuk kompetisi yakni road race. Soft compoundnya memang dibutuhkan rider untuk bermanuver.
Tapi, sekarang ban tubeless jenis soft compound trendnya sudah mengarah ke pemakaian harian, sebab banyak sport 250 cc memakai ban jenis ini. Selain menjadi kebutuhan agar tetap stabil saat dipakai manuver di jalanan, juga menjadi life style.
Sedang regular compound yang mengarah ke jenis medium cenderung hard, dikonsumsikan buat harian dan tak bisa dipakai balap. Mengingat, kadar campuran compound ban jenis ini terbatas kemampuannya. Dan oleh pabrikan untuk memaksimalkan kemampuan menghadapi jalanan,  maka dipakainya kembangan untuk menunjang limit compound yang diaplikasi.
Dan ketika ditinjau dari harga, ban tubeless soft compound lebih mahal dibanding regular compound. Dan makin besar profil bannya dipastikan makin mahal. Tapi, umur pemakaian ban tak bisa lama ketika dipakai harian. Sementara ban tubeless yang menganut regular compound, lebih awet.
KONSUMSI BUAT PELEK JERUJI 
- See more at: http://www.indopos.co.id/2015/02/ini-dia-cara-memilih-dan-merawat-ban-tubeles.html#sthash.RHnCTegn.dpuf
BAN TUBELESS
Ban tubeless ada dua jenis, yaitu soft compound dan regular compound. Kalau soft compound, biasanya dibuat untuk kompetisi yakni road race. Soft compoundnya memang dibutuhkan rider untuk bermanuver.
Tapi, sekarang ban tubeless jenis soft compound trendnya sudah mengarah ke pemakaian harian, sebab banyak sport 250 cc memakai ban jenis ini. Selain menjadi kebutuhan agar tetap stabil saat dipakai manuver di jalanan, juga menjadi life style.
Sedang regular compound yang mengarah ke jenis medium cenderung hard, dikonsumsikan buat harian dan tak bisa dipakai balap. Mengingat, kadar campuran compound ban jenis ini terbatas kemampuannya. Dan oleh pabrikan untuk memaksimalkan kemampuan menghadapi jalanan,  maka dipakainya kembangan untuk menunjang limit compound yang diaplikasi.
Dan ketika ditinjau dari harga, ban tubeless soft compound lebih mahal dibanding regular compound. Dan makin besar profil bannya dipastikan makin mahal. Tapi, umur pemakaian ban tak bisa lama ketika dipakai harian. Sementara ban tubeless yang menganut regular compound, lebih awet.
KONSUMSI BUAT PELEK JERUJI 
- See more at: http://www.indopos.co.id/2015/02/ini-dia-cara-memilih-dan-merawat-ban-tubeles.html#sthash.RHnCTegn.dpuf
BAN TUBELESS
Ban tubeless ada dua jenis, yaitu soft compound dan regular compound. Kalau soft compound, biasanya dibuat untuk kompetisi yakni road race. Soft compoundnya memang dibutuhkan rider untuk bermanuver.
Tapi, sekarang ban tubeless jenis soft compound trendnya sudah mengarah ke pemakaian harian, sebab banyak sport 250 cc memakai ban jenis ini. Selain menjadi kebutuhan agar tetap stabil saat dipakai manuver di jalanan, juga menjadi life style.
Sedang regular compound yang mengarah ke jenis medium cenderung hard, dikonsumsikan buat harian dan tak bisa dipakai balap. Mengingat, kadar campuran compound ban jenis ini terbatas kemampuannya. Dan oleh pabrikan untuk memaksimalkan kemampuan menghadapi jalanan,  maka dipakainya kembangan untuk menunjang limit compound yang diaplikasi.
Dan ketika ditinjau dari harga, ban tubeless soft compound lebih mahal dibanding regular compound. Dan makin besar profil bannya dipastikan makin mahal. Tapi, umur pemakaian ban tak bisa lama ketika dipakai harian. Sementara ban tubeless yang menganut regular compound, lebih awet.
KONSUMSI BUAT PELEK JERUJI 
- See more at: http://www.indopos.co.id/2015/02/ini-dia-cara-memilih-dan-merawat-ban-tubeles.html#sthash.RHnCTegn.dpuf
BAN TUBELESS
Ban tubeless ada dua jenis, yaitu soft compound dan regular compound. Kalau soft compound, biasanya dibuat untuk kompetisi yakni road race. Soft compoundnya memang dibutuhkan rider untuk bermanuver.
Tapi, sekarang ban tubeless jenis soft compound trendnya sudah mengarah ke pemakaian harian, sebab banyak sport 250 cc memakai ban jenis ini. Selain menjadi kebutuhan agar tetap stabil saat dipakai manuver di jalanan, juga menjadi life style.
Sedang regular compound yang mengarah ke jenis medium cenderung hard, dikonsumsikan buat harian dan tak bisa dipakai balap. Mengingat, kadar campuran compound ban jenis ini terbatas kemampuannya. Dan oleh pabrikan untuk memaksimalkan kemampuan menghadapi jalanan,  maka dipakainya kembangan untuk menunjang limit compound yang diaplikasi.
Dan ketika ditinjau dari harga, ban tubeless soft compound lebih mahal dibanding regular compound. Dan makin besar profil bannya dipastikan makin mahal. Tapi, umur pemakaian ban tak bisa lama ketika dipakai harian. Sementara ban tubeless yang menganut regular compound, lebih awet.
KONSUMSI BUAT PELEK JERUJI 
- See more at: http://www.indopos.co.id/2015/02/ini-dia-cara-memilih-dan-merawat-ban-tubeles.html#sthash.RHnCTegn.dpuf
BAN TUBELESS
Ban tubeless ada dua jenis, yaitu soft compound dan regular compound. Kalau soft compound, biasanya dibuat untuk kompetisi yakni road race. Soft compoundnya memang dibutuhkan rider untuk bermanuver.
Tapi, sekarang ban tubeless jenis soft compound trendnya sudah mengarah ke pemakaian harian, sebab banyak sport 250 cc memakai ban jenis ini. Selain menjadi kebutuhan agar tetap stabil saat dipakai manuver di jalanan, juga menjadi life style.
Sedang regular compound yang mengarah ke jenis medium cenderung hard, dikonsumsikan buat harian dan tak bisa dipakai balap. Mengingat, kadar campuran compound ban jenis ini terbatas kemampuannya. Dan oleh pabrikan untuk memaksimalkan kemampuan menghadapi jalanan,  maka dipakainya kembangan untuk menunjang limit compound yang diaplikasi.
Dan ketika ditinjau dari harga, ban tubeless soft compound lebih mahal dibanding regular compound. Dan makin besar profil bannya dipastikan makin mahal. Tapi, umur pemakaian ban tak bisa lama ketika dipakai harian. Sementara ban tubeless yang menganut regular compound, lebih awet.
KONSUMSI BUAT PELEK JERUJI 
- See more at: http://www.indopos.co.id/2015/02/ini-dia-cara-memilih-dan-merawat-ban-tubeles.html#sthash.RHnCTegn.dpuf
BAN TUBELESS
Ban tubeless ada dua jenis, yaitu soft compound dan regular compound. Kalau soft compound, biasanya dibuat untuk kompetisi yakni road race. Soft compoundnya memang dibutuhkan rider untuk bermanuver.
Tapi, sekarang ban tubeless jenis soft compound trendnya sudah mengarah ke pemakaian harian, sebab banyak sport 250 cc memakai ban jenis ini. Selain menjadi kebutuhan agar tetap stabil saat dipakai manuver di jalanan, juga menjadi life style.
Sedang regular compound yang mengarah ke jenis medium cenderung hard, dikonsumsikan buat harian dan tak bisa dipakai balap. Mengingat, kadar campuran compound ban jenis ini terbatas kemampuannya. Dan oleh pabrikan untuk memaksimalkan kemampuan menghadapi jalanan,  maka dipakainya kembangan untuk menunjang limit compound yang diaplikasi.
Dan ketika ditinjau dari harga, ban tubeless soft compound lebih mahal dibanding regular compound. Dan makin besar profil bannya dipastikan makin mahal. Tapi, umur pemakaian ban tak bisa lama ketika dipakai harian. Sementara ban tubeless yang menganut regular compound, lebih awet.
- See more at: http://www.indopos.co.id/2015/02/ini-dia-cara-memilih-dan-merawat-ban-tubeles.html#sthash.RHnCTegn.dpuf
BAN TUBELESS
Ban tubeless ada dua jenis, yaitu soft compound dan regular compound. Kalau soft compound, biasanya dibuat untuk kompetisi yakni road race. Soft compoundnya memang dibutuhkan rider untuk bermanuver.
Tapi, sekarang ban tubeless jenis soft compound trendnya sudah mengarah ke pemakaian harian, sebab banyak sport 250 cc memakai ban jenis ini. Selain menjadi kebutuhan agar tetap stabil saat dipakai manuver di jalanan, juga menjadi life style.
Sedang regular compound yang mengarah ke jenis medium cenderung hard, dikonsumsikan buat harian dan tak bisa dipakai balap. Mengingat, kadar campuran compound ban jenis ini terbatas kemampuannya. Dan oleh pabrikan untuk memaksimalkan kemampuan menghadapi jalanan,  maka dipakainya kembangan untuk menunjang limit compound yang diaplikasi.
Dan ketika ditinjau dari harga, ban tubeless soft compound lebih mahal dibanding regular compound. Dan makin besar profil bannya dipastikan makin mahal. Tapi, umur pemakaian ban tak bisa lama ketika dipakai harian. Sementara ban tubeless yang menganut regular compound, lebih awet.
- See more at: http://www.indopos.co.id/2015/02/ini-dia-cara-memilih-dan-merawat-ban-tubeles.html#sthash.RHnCTegn.dpuf
BAN TUBELESS
Ban tubeless ada dua jenis, yaitu soft compound dan regular compound. Kalau soft compound, biasanya dibuat untuk kompetisi yakni road race. Soft compoundnya memang dibutuhkan rider untuk bermanuver.
Tapi, sekarang ban tubeless jenis soft compound trendnya sudah mengarah ke pemakaian harian, sebab banyak sport 250 cc memakai ban jenis ini. Selain menjadi kebutuhan agar tetap stabil saat dipakai manuver di jalanan, juga menjadi life style.
Sedang regular compound yang mengarah ke jenis medium cenderung hard, dikonsumsikan buat harian dan tak bisa dipakai balap. Mengingat, kadar campuran compound ban jenis ini terbatas kemampuannya. Dan oleh pabrikan untuk memaksimalkan kemampuan menghadapi jalanan,  maka dipakainya kembangan untuk menunjang limit compound yang diaplikasi.
Dan ketika ditinjau dari harga, ban tubeless soft compound lebih mahal dibanding regular compound. Dan makin besar profil bannya dipastikan makin mahal. Tapi, umur pemakaian ban tak bisa lama ketika dipakai harian. Sementara ban tubeless yang menganut regular compound, lebih awet.
- See more at: http://www.indopos.co.id/2015/02/ini-dia-cara-memilih-dan-merawat-ban-tubeles.html#sthash.RHnCTegn.dpuf
BAN TUBELESS
Ban tubeless ada dua jenis, yaitu soft compound dan regular compound. Kalau soft compound, biasanya dibuat untuk kompetisi yakni road race. Soft compoundnya memang dibutuhkan rider untuk bermanuver.
Tapi, sekarang ban tubeless jenis soft compound trendnya sudah mengarah ke pemakaian harian, sebab banyak sport 250 cc memakai ban jenis ini. Selain menjadi kebutuhan agar tetap stabil saat dipakai manuver di jalanan, juga menjadi life style.
Sedang regular compound yang mengarah ke jenis medium cenderung hard, dikonsumsikan buat harian dan tak bisa dipakai balap. Mengingat, kadar campuran compound ban jenis ini terbatas kemampuannya. Dan oleh pabrikan untuk memaksimalkan kemampuan menghadapi jalanan,  maka dipakainya kembangan untuk menunjang limit compound yang diaplikasi.
Dan ketika ditinjau dari harga, ban tubeless soft compound lebih mahal dibanding regular compound. Dan makin besar profil bannya dipastikan makin mahal. Tapi, umur pemakaian ban tak bisa lama ketika dipakai harian. Sementara ban tubeless yang menganut regular compound, lebih awet.
- See more at: http://www.indopos.co.id/2015/02/ini-dia-cara-memilih-dan-merawat-ban-tubeles.html#sthash.RHnCTegn.dpuf
BAN TUBELESS
Ban tubeless ada dua jenis, yaitu soft compound dan regular compound. Kalau soft compound, biasanya dibuat untuk kompetisi yakni road race. Soft compoundnya memang dibutuhkan rider untuk bermanuver.
Tapi, sekarang ban tubeless jenis soft compound trendnya sudah mengarah ke pemakaian harian, sebab banyak sport 250 cc memakai ban jenis ini. Selain menjadi kebutuhan agar tetap stabil saat dipakai manuver di jalanan, juga menjadi life style.
Sedang regular compound yang mengarah ke jenis medium cenderung hard, dikonsumsikan buat harian dan tak bisa dipakai balap. Mengingat, kadar campuran compound ban jenis ini terbatas kemampuannya. Dan oleh pabrikan untuk memaksimalkan kemampuan menghadapi jalanan,  maka dipakainya kembangan untuk menunjang limit compound yang diaplikasi.
Dan ketika ditinjau dari harga, ban tubeless soft compound lebih mahal dibanding regular compound. Dan makin besar profil bannya dipastikan makin mahal. Tapi, umur pemakaian ban tak bisa lama ketika dipakai harian. Sementara ban tubeless yang menganut regular compound, lebih awet.
- See more at: http://www.indopos.co.id/2015/02/ini-dia-cara-memilih-dan-merawat-ban-tubeles.html#sthash.RHnCTegn.dpuf
BAN TUBELESS
Ban tubeless ada dua jenis, yaitu soft compound dan regular compound. Kalau soft compound, biasanya dibuat untuk kompetisi yakni road race. Soft compoundnya memang dibutuhkan rider untuk bermanuver.
Tapi, sekarang ban tubeless jenis soft compound trendnya sudah mengarah ke pemakaian harian, sebab banyak sport 250 cc memakai ban jenis ini. Selain menjadi kebutuhan agar tetap stabil saat dipakai manuver di jalanan, juga menjadi life style.
Sedang regular compound yang mengarah ke jenis medium cenderung hard, dikonsumsikan buat harian dan tak bisa dipakai balap. Mengingat, kadar campuran compound ban jenis ini terbatas kemampuannya. Dan oleh pabrikan untuk memaksimalkan kemampuan menghadapi jalanan,  maka dipakainya kembangan untuk menunjang limit compound yang diaplikasi.
Dan ketika ditinjau dari harga, ban tubeless soft compound lebih mahal dibanding regular compound. Dan makin besar profil bannya dipastikan makin mahal. Tapi, umur pemakaian ban tak bisa lama ketika dipakai harian. Sementara ban tubeless yang menganut regular compound, lebih awet.
- See more at: http://www.indopos.co.id/2015/02/ini-dia-cara-memilih-dan-merawat-ban-tubeles.html#sthash.RHnCTegn.dpuf
BAN TUBELESS
Ban tubeless ada dua jenis, yaitu soft compound dan regular compound. Kalau soft compound, biasanya dibuat untuk kompetisi yakni road race. Soft compoundnya memang dibutuhkan rider untuk bermanuver.
Tapi, sekarang ban tubeless jenis soft compound trendnya sudah mengarah ke pemakaian harian, sebab banyak sport 250 cc memakai ban jenis ini. Selain menjadi kebutuhan agar tetap stabil saat dipakai manuver di jalanan, juga menjadi life style.
Sedang regular compound yang mengarah ke jenis medium cenderung hard, dikonsumsikan buat harian dan tak bisa dipakai balap. Mengingat, kadar campuran compound ban jenis ini terbatas kemampuannya. Dan oleh pabrikan untuk memaksimalkan kemampuan menghadapi jalanan,  maka dipakainya kembangan untuk menunjang limit compound yang diaplikasi.
Dan ketika ditinjau dari harga, ban tubeless soft compound lebih mahal dibanding regular compound. Dan makin besar profil bannya dipastikan makin mahal. Tapi, umur pemakaian ban tak bisa lama ketika dipakai harian. Sementara ban tubeless yang menganut regular compound, lebih awet.
- See more at: http://www.indopos.co.id/2015/02/ini-dia-cara-memilih-dan-merawat-ban-tubeles.html#sthash.RHnCTegn.dpuf

Jumat, 03 April 2015

Berkendara saat Melibas Banjir

Saat yang paling menyebalkan bagi pengendara motor adalah ketika hujan, karena harus repot-repot berhenti dan menggunakan jas hujan. Tetapi ada satu lagi yang tidak saya sukai yaitu banjir, kalau tidak hati-hati mesin motor bisa mati bahkan sampai macet karena terendam air.

Kali ini saya akan memberikan tips melewati banjir bagi pengendara roda dua.
1. Putaran mesin stabil

Bagi sebagian orang jika berkendara pelan pasti senang memainkan gas, jika ini anda lakukan pada saat menerjang banjir kemungkinan besar mesin akan mati, kenapa? karena saat mesin dalam putaran tinggi lalu kemudian turun secara mendadak, dan naik lagi akan membuat mesin menyedot bahan bakar lebih banyak, dan air dapat masuk melewati knalpot motor, karena tendangan balik mesin lebih besar.

2. Usahakan stabil diputaran mesin tinggi

Pada saat diputaran mesin tinggi maka gas yang keluar pada knalpot akan tinggi juga, dan air tidak sempat masuk melalui knalpot
3. Tidak menggunakan motor bebek

Motor bebek memang nyaman dikendarai, tetapi karena kebanyakan menggunakan mesin rebah posisi busi akan lebih rendah, jika terendam air lama akan menyebabkan busi macet.
4. Jangan melepas saringan udara

Melepas saringan udara sama saja dengan membiarkan udara masuk dengan bebas ke pembakaran, tanpa disaring. Apa jadinya jika air yang masuk, tentu saja mesin akan macet. Ini juga berlaku saat hujan deras.
5. Cari jalan lain atau berteduh

Usahakan mencari jalan lain yang tidak tergenang banjir, atau berteduh sebentar, jika banjir tidak mungkin untuk dilewati.

Sedikit saran bagi pengendara motor, ketika cuaca sudah menunjukkan tanda-tanda akan hujan, seperti mendung sebaiknya anda mengurungkan niat untuk pergi jauh karena dikawatirkan akan hujan lebat atau malah akan jadi banjir. Jika anda nekat untuk menerjang hujan, usahakan kondisi motor baik dan tidak sering macet.

Jas hujan yang anda gunakan juga sebaiknya yang berbentuk jaket dan celana / rok, sehingga akan memudahkan anda untuk berkendara dengan menggunakan sepeda motor, jika menggunakan jas hujan yang bukan jenis jaket akan membahayakan pengendara, sudah banyak kejadian kecelakaan akibat kurang memahami penggunaan jas hujan tersebut.